Memutuskan untuk berpindah digital music aggregator (seperti DistroKid, TuneCore, CD Baby, Amplify.link, atau Netrilis) adalah langkah besar bagi seorang musisi atau pemilik label independen. Alasan pindah bisa bermacam-macam—mulai dari mencari pembagian royalti yang lebih adil, fitur promosi yang lebih lengkap, skema biaya yang cocok, hingga kualitas customer support yang lebih responsif.

Namun, kekhawatiran terbesar saat pindah agregator adalah risiko hilangnya jumlah stream, playlist placement, atau terputusnya data analitik di platform seperti Spotify dan Apple Music.

Agar proses transisi katalog musik Anda berjalan mulus tanpa masalah, berikut tips dan langkah penting yang harus Anda lakukan:

1. Persiapkan “Senjata Utama”: ISRC dan UPC

Sebelum menyentuh tombol hapus (takedown) di agregator lama, pastikan Anda mencatat dan menyimpan dua metadata krusial ini:

  • ISRC (International Standard Recording Code): Kode unik untuk setiap trek/lagu. Ini adalah kunci utama agar data jumlah stream (play count) dan playlist tidak hilang saat lagu diunggah ulang.
  • UPC (Universal Product Code): Kode unik untuk album atau single secara keseluruhan.

Catatan Penting: ISRC lagu di agregator lama harus persis sama saat dimasukkan ke sistem agregator baru.

2. Pastikan Metadata dan File Audio Identik 100%

Sistem platform streaming mengenali identitas lagu berdasarkan kecocokan file audio dan metadata. Pastikan Anda menyiapkan:

  • File Audio: Gunakan master file audio asli (WAV 16-bit/24-bit, 44.1 kHz) yang sama persis dengan yang diunggah sebelumnya. Jangan mengedit ulang durasi, trimming, atau mastering baru, karena perbedaan durasi sepersekian detik bisa menggagalkan penggabungan data stream.
  • Metadata Tepat: Judul lagu, featured artist, nama pencipta lagu (songwriter), produser, dan penulisan huruf (kapital/kecil) harus persis sama.
  • Artwork: Gunakan cover art asli beresolusi tinggi (minimal 3000 x 3000 pixel, format JPG/PNG).

3. Strategi Pengunggahan: Upload Dulu, Baru Takedown

Jangan pernah menghapus (takedown) rilisan dari agregator lama sebelum lagu terbit melalui agregator baru. Gunakan metode Overlap (Tumpang Tindih):

  1. Submit ke Agregator Baru: Unggah lagu/album Anda di agregator baru dengan memasukkan kode ISRC lama. Atur rilis secara Scheduled Release (minimal 2–3 minggu ke depan).
  2. Pantau Link/Tampilan: Setelah tanggal rilis tiba (atau saat rilisan baru tayang di Spotify/Apple Music), periksa apakah jumlah stream sudah otomatis tersambung dan menyatu dengan lagu lama.
  3. Minta Takedown dari Agregator Lama: Setelah dipastikan rilisan dari agregator baru sudah aktif dan jumlah stream aman, ajukan penghentian distribusi (takedown) ke agregator lama.

4. Perhatikan Periode Payout dan Laporan Royalti

Setiap agregator memiliki jeda waktu reporting royalti (biasanya 2 hingga 3 bulan). Sebelum menutup akun atau memutuskan hubungan dengan agregator lama:

  • Tarik Sisa Saldo (Payout): Ambil seluruh saldo royalti yang tersisa jika sudah mencapai minimum threshold.
  • Download Laporan Keuangan: Unduh semua laporan royalti historis (CSV/PDF statement) untuk keperluan pembukuan internal atau pembagian ke kolaborator.
  • Jaga Akses Akun: Jangan langsung menutup akun lama setidaknya 3–6 bulan setelah takedown untuk memastikan royalti periode terakhir (yang masih tertunda) tetap bisa diklaim.

5. Hubungkan Ulang Platform Profil Musisi

Begitu rilis baru tayang dari agregator baru, periksa kembali profil resmi Anda di Spotify for Artists, Apple Music for Artists, dan YouTube Official Artist Channel (OAC):

  • Pastikan lagu baru tidak terlempar ke profil artis lain yang bernama sama.
  • Jika ada pemisahan profil (discography split), segera kirim permintaan penggabungan melalui dasbor artist platform yang bersangkutan.

Kesimpulan

Pindah agregator musik bukanlah hal yang rumit selama Anda disiplin dalam menyelaraskan metadata, terutama kode ISRC. Dengan perencanaan jadwal rilis yang tepat, karya musik Anda akan tetap aman di playlist pendengar tanpa mengorbankan angka stream yang sudah dibangun bertahun-tahun.

Artikel ini diterbitkan oleh Chaka Music Group (chakamusic.com) sebagai bagian dari edukasi dan panduan industri musik independen.

Discover more from Chaka Music Production

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading