Jakarta, 26 Agustus 2026 — Sebuah sore yang penuh kejutan, kehangatan keluarga, dan haru berlangsung di Plataran Dharmawangsa, Jakarta, ketika keluarga dan sahabat berkumpul untuk merayakan ulang tahun ke-70 Ibu Ella Husni, atau yang akrab disapa Olla.
Perayaan istimewa ini dipersiapkan secara diam-diam oleh putri tunggalnya, Shinta Nurfauzia, CEO Lemonilo. Sang ibu tidak mengetahui bahwa kedatangannya ke Plataran Dharmawangsa telah dirancang sebagai sebuah perayaan kejutan yang mempertemukan keluarga dan para sahabat terdekat.
Untuk menghadirkan nuansa musik yang hangat sekaligus dekat dengan karakter acara, Lantun Orchestra hadir dalam format Pocket Ensemble, yang terdiri dari vokal, piano, bass, dan kendang.
https://www.instagram.com/p/DciEAKVyTQz
Kejutan Dimulai dengan “Hujan Gerimis Aje”
Sekitar pukul 16.00 WIB, Ibu Olla tiba di Plataran Dharmawangsa sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Namun begitu memasuki venue, suasana yang semula tampak tenang berubah menjadi meriah. Keluarga dan sahabat yang telah menunggu menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan.
Lantun membuka momen tersebut dengan membawakan “Hujan Gerimis Aje”, lagu Betawi yang dipopulerkan oleh Benyamin Sueb.
Pilihan lagu tersebut terasa sangat tepat. Selain menjadi musik penyambutan, lagu Betawi tersebut juga membawa identitas budaya Jakarta ke dalam sebuah perayaan keluarga yang sangat personal.
Bagi Lantun, musik dalam sebuah acara bukan sekadar pengiring. Musik dapat menjadi bagian dari cerita, membangun suasana, sekaligus menjadi penanda sebuah momen yang akan dikenang.

Dari Cucu untuk Nenek
Setelah kejutan berhasil dilakukan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari keluarga dan orang-orang terdekat.
Salah satu momen yang menarik adalah ketika dua cucu Ibu Ella tampil menyanyi untuk sang nenek. Mereka membawakan lagu dengan iringan minus one, menciptakan suasana yang ringan, hangat, dan penuh kebahagiaan.
Kehadiran cucu-cucu tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah keluarga tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Shinta Menyanyikan “Bunda”
Momen kemudian memasuki suasana yang lebih personal.
Shinta Nurfauzia mempersembahkan lagu “Bunda” karya Melly Goeslaw untuk ibunya.
Berbeda dengan lagu pembuka yang menghadirkan suasana Betawi dan keceriaan, kali ini musik menjadi medium untuk menyampaikan rasa cinta seorang anak kepada ibunya.

Shinta menyanyikan lagu tersebut dengan iringan Lantun Pocket Ensemble, menghadirkan perpaduan vokal, piano, bass, dan kendang yang lebih intim.
Sebuah Surat Cinta untuk Sang Ibu
Namun, puncak emosional sore itu justru hadir setelah lagu selesai.
Shinta kemudian membacakan sebuah surat cinta untuk ibunya—sebuah rangkaian cerita dan memori personal tentang perjalanan mereka sebagai ibu dan anak.
Dengan iringan piano yang dimainkan secara lembut, Shinta mulai membacakan kata demi kata.
Suasana yang sebelumnya penuh tawa perlahan berubah menjadi hening.
Kenangan-kenangan tentang sang ibu disampaikan secara personal, membuat suasana di antara keluarga dan sahabat yang hadir semakin emosional. Shinta pun tak kuasa menahan air mata.
Tidak ada kemegahan aransemen yang diperlukan pada momen tersebut.
Hanya suara seorang anak yang sedang berbicara kepada ibunya, dengan piano sebagai latar yang menjaga ruang emosional di antara keduanya.
Bagi Lantun, inilah salah satu bentuk paling indah dari musik dalam sebuah acara: ketika musik tidak mengambil alih cerita, tetapi justru memberikan ruang bagi cerita untuk berbicara.
“Aku Makin Cinta” Menutup Momen Haru
Setelah suasana haru tersebut, acara kembali bergerak menuju suasana yang lebih ceria.
Shinta kemudian menyanyikan “Aku Makin Cinta”, lagu populer yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata.
Kali ini Shinta bernyanyi dengan lebih santai dan penuh kegembiraan, dipandu oleh singer Lantun yang bertugas sore itu, Francisca Ayuningtyas, yang akrab disapa Chika.
Perubahan suasana dari haru menjadi ceria terasa seperti perjalanan emosi yang alami—dari mengenang perjalanan seorang ibu, menangis bersama, kemudian kembali tersenyum dan merayakan kehidupan.
Kebaya Encim dan Perayaan Budaya Betawi
Selain musik, unsur budaya Betawi juga menjadi bagian penting dalam konsep perayaan.
Para perempuan yang hadir mengenakan kebaya encim sesuai dengan dress code yang telah ditentukan. Busana tersebut kemudian menjadi bagian dari sebuah fashion show dan penghargaan The Best Outfit.
Pilihan tema tersebut memiliki makna yang lebih dalam karena keluarga Husni memiliki hubungan erat dengan sejarah dan kebudayaan Betawi.
Keluarga ini merupakan bagian dari keluarga besar Husni Thamrin, nama yang sangat lekat dengan sejarah Jakarta dan perjuangan masyarakat Betawi.
Mohammad Husni Thamrin, yang kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan kepentingan masyarakat pribumi pada masa Hindia Belanda dan memiliki perhatian besar terhadap kehidupan serta identitas masyarakat Betawi.
Karena itu, kebaya encim, musik Betawi, dan suasana kekeluargaan dalam perayaan ini terasa bukan hanya sebagai dekorasi atau tema acara, tetapi menjadi bagian dari identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Musik yang Menjadi Bagian dari Kenangan
Bagi Lantun Orchestra, kesempatan tampil dalam ulang tahun ke-70 Ibu Ella Husni menjadi pengalaman yang istimewa.
Format Pocket Ensemble yang terdiri dari vokal, piano, bass, dan kendang memungkinkan musik hadir secara fleksibel dan intim, sesuai dengan karakter acara yang didominasi keluarga dan sahabat dekat.
Dari “Hujan Gerimis Aje” yang menyambut kedatangan Ibu Olla, penampilan kedua cucunya, “Bunda” yang dinyanyikan Shinta, surat cinta dengan iringan piano, hingga “Aku Makin Cinta” yang mengembalikan suasana menjadi ceria—musik menjadi benang merah dari keseluruhan cerita sore itu.
Sebuah perayaan ulang tahun pada akhirnya bukan hanya tentang dekorasi, makanan, atau hiburan.
Ia adalah tentang orang-orang yang hadir.
Tentang kenangan yang dibagikan.
Tentang seorang anak yang ingin mengatakan kepada ibunya bahwa ia dicintai.
Dan tentang sebuah keluarga yang memilih merayakan perjalanan 70 tahun seorang ibu dengan cara yang sangat personal.
Lantun Orchestra merasa terhormat dapat menjadi bagian dari cerita tersebut.
Selamat ulang tahun ke-70 untuk Ibu Ella “Olla” Husni.
Semoga tahun-tahun berikutnya dipenuhi kesehatan, kebahagiaan, keluarga yang selalu dekat, dan semakin banyak cerita indah untuk dirayakan bersama.
Lantun Orchestra
Music that tells your story.
Contact Us
085881832305
