Sekitar tahun 2009 waktu itu saya baru awal menikah, sedang mencari peluang usaha tambahan di musik. selama beberapa tahun 2006-2009 memang sudah punya kecukupan penghasilan sebagai session player bass elektrik maupun akustik untuk sejumlah grup musik di jakarta. tapi waktu itu memang kepikir mau coba hal lain selain ngamen reguler tiap malam.

Pada masa itu ada seorang kawan namanya Frida yang merekomendasikan saya untuk masuk dalam orchestra, saya pikir wah menarik juga ya bisa main di orchestra, dalam hati bergumam “tapi saya kan gak bisa baca not balok mana mungkin bisa diterima di sebuah orkes”. sampai akhirnya saya diajak olehnya untuk melihat dia latihan main di orkes JCO. disitu dia main saxophone, saya lihat-lihat lingkungannya nyaman di jl daksa nuansanya rumahan dipakai buat latihan orkestra.

Suatu ketika di Jl Daksa, saya sedang melihat poster bertuliskan “Audisi musisi orchestra” jantung auto deg-degan, ada rasa ingin coba, tapi takut gagal, malu, dan aneka rupa perasaan ga nyaman menghantui.

Tiba-tiba dari belakang ada Ibu Aas, nepuk bahu saya trus bilang “mau coba?” saya jawab “waduh saya belum pernah, takut ga bisa” lalu dia bilang “coba aja, kalau gak pernah coba mana bisa tahu” disitu saya jawab “mau deh bu” trus beliau bilang yaudah nanti tanggal sekian ikut main ya, udah sering main contrabass kan? “lha orang mau audisi malah dikasih job” trus bu Aas bilang, “sambil jalan aja belajarnya, mau ya?” siapa juga yang gak mau ya saya ambil kesempatan itu dapat job 💵 dapat pengalaman, sambil belajar juga.

Tibalah saat yang dinantikan, teken kontrak sekaligus diberi setumpukan partitur. saya izin untuk bawa pulang latihan di rumah (harusnya partitur ga boleh dibawa pulang) tapi waktu itu diizinkan.

Sampai rumah, saya langsung booking studio untuk latihan bowing / melancarkan teknik arco dan tentu saja baca part. waktu itu sih saya ingat masih meraba not per not, karena sekali jalan belum bisa sama sekali, tapi mungkin tertolong kemampuan ngeband saya yang lumayan, jadi saya cari judul2 repertoire lalu saya dengarkan sehingga saya ada referensi akan seperti apa musiknya.

Akhirnya tiba juga rehearsal dengan orchestra, saya masih ingat sekali waktu itu ada pemain flute dari eropa dengan flutenya yang berwarna gold memainkan Czardas dengan tempo yang super cepat, kebetulan saat itu saya keteteran jadi inget banget latihan hari 1 so so banget, untungnya ga dimarahin sama konduktor.

Balik ke rumah, hajar latihan lagi pakai metronome. sampai nyaman dan super capek. supaya gak kejadian panik ngejar tempo.

Tapi usaha keras itu akhirnya terbayar ketika konser, selamat semua not bunyi 🙌 dan jantung gak karuan selama konser dag dig dug takut salah (alhamdulillah nggak kejadian). lebih asoy lagi dibayar! pengalaman pertama secara profesional bermain kontrabas untuk orkestra ✅

Rupanya keinginan sekecil apapun tidak bisa disembunyikan dari pendengaran Tuhan yang maha mendengar. jadi jangan pernah menutup diri akan peluang yang belum kita coba.

Saya belum lama ini baca sebuah tulisan “Produk Apple mungkin bukan yang terbaik, karena terbaik itu relatif tapi mereka jadi yang terbaik karena bisa mengerti konsumennya”.

Iklan