Asian Para Games 2018 di Jakarta menjadi salah satu momen bersejarah terbesar bagi Indonesia. Tak hanya menjadi panggung perjuangan dan nilai inklusivitas bagi ribuan atlet disabilitas se-Asia, gelaran ini juga menjadi etalase megah yang memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Nusantara ke mata dunia.
Di tengah kemeriahan dan spirit kesetaraan yang diusung dalam ajang tersebut, kehadiran Lantun Orchestra memberi warna tersendiri. Grup musik legendaris asal Jakarta ini membawa napas baru bagi musik tradisi Indonesia, menyuguhkan harmoni unik yang memadukan nilai kebudayaan lokal dengan musikalitas kelas dunia.

Menghidupkan Tradisi Betawi dalam Balutan Jazz Modern
Didirikan oleh komposer dan musisi Chaka Priambudi, Lantun Orchestra dikenal lewat keberaniannya mengeksplorasi musik tradisional—khususnya irama Gambang Kromong dan Keroncong Betawi—lalu memadukannya dengan sentuhan Jazz, Bossa Nova, serta elemen orkestrasi modern.
Bukan Sekadar Hiburan:
Sajian Lantun Orchestra merupakan bentuk diplomasi budaya. Lewat aransemen yang dinamis, lagu-lagu klasik Nusantara dikemas menjadi lebih segar, hangat, dan mudah diterima oleh lintas generasi maupun audiens mancanegara.
Saat semarak Asian Para Games 2018 melingkupi ibu kota, performa Lantun Orchestra menjadi representasi identitas tuan rumah Jakarta. Melalui alunan instrumen khas seperti kendang yang berpadu harmonis dengan gesekan biola, tiupan flute, hingga dentingan piano, mereka menciptakan atmosfer perayaan budaya yang inklusif dan meriah.
Sorotan Penampilan: Nyawa Budaya di Tengah Gelora Olahraga
| Elemen Performa | Deskripsi Musikal & Kultural |
| Eksplorasi Genre | Perkawinan silang antara musik tradisi Betawi/Nusantara dan struktur Jazz modern. |
| Aransemen Otentik | Penggunaan kendang, perkusi, dan vokal bergaya khas lokal berdampingan dengan section tiup dan strings. |
| Interaksi Audiens | Mengajak penonton lokal dan delegasi asing merasakan kehangatan keramahan khas Indonesia. |
Melalui lagu-lagu beraransemen khas—seperti aransemen ulang karya-karya maestro Indonesia hingga komposisi orisinal yang sarat nilai lokal—penampilan mereka menjadi jembatan emosional. Di satu sisi memberikan rasa bangga bagi publik dalam negeri, di sisi lain mengenalkan keindahan budaya Betawi kepada kontingen serta tamu internasional yang hadir di Jakarta.
Simbol Inklusivitas dan Semangat Keberagaman
Asian Para Games 2018 mengusung semangat “We Are One” sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Nilai filosofis ini selaras dengan prinsip musikal Lantun Orchestra. Seperti halnya orkestra yang memadukan berbagai alat musik berbeda untuk menghasilkan satu harmoni yang indah, Asian Para Games membuktikan bahwa perbedaan fisik maupun latar belakang budaya justru menjadi kekuatan yang menyatukan.
Penampilan Lantun Orchestra di periode perayaan tersebut tidak hanya memperkaya catatan perjalanan karier mereka—yang juga pernah melenggang ke panggung internasional seperti Seoul Music Week—tetapi juga menegaskan bahwa musik tradisional Indonesia memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu saat disajikan dengan kreativitas tanpa batas.




