Di antara deretan panggung yang pernah dijajal oleh Lantun Orchestra, penampilan di Bogor Jazz Reunion 2015 pada 31 Oktober 2015 selalu punya tempat istimewa dalam sejarah perjalanan grup. Digelar di area Wisma Tamu Nusa Indah, Kebun Raya Bogor, helatan ini menjadi bukti nyata bagaimana eksplorasi musik tradisional dan jazz modern bisa menyatu harmonis—bahkan dengan alam terbuka.
Panggung Unik di Rindangnya Kebun Raya Bogor
Mengusung tema “Respect the Nature”, Bogor Jazz Reunion 2015 menyuguhkan atmosfer yang sangat berbeda dari festival jazz perkotaan pada umumnya. Di bawah naungan pepohonan rindang Kebun Raya Bogor, Lantun Orchestra hadir membawa identitas khasnya: meramu warna musik Gambang Kromong Betawi dengan aransemen jazz dan orkestrasi yang dinamis.
Meski gerimis khas kota Bogor sempat mengguyur area venue, semangat para penikmat musik tak luntur sedikit pun. Beralaskan tikar dan berbalut jas hujan, penonton tetap bertahan dan larut dalam riuhnya energi yang dipancarkan dari atas panggung. Suasana yang dingin seketika berubah hangat begitu alunan instrumen tradisional dan aransemen bernas mulai mengudara.
Setlist yang Menghentak dan Menghibur
Dalam penampilan tersebut, Lantun Orchestra membawakan sederet lagu daerah dan karya nostalgia yang dibalut dengan pendekatan baru. Nomor-nomor ikonik seperti:
- Tukang Kridit (penghormatan untuk maestro Benyamin Sueb)
- Surilang
- Kicir-Kicir
- Sirih Kuning
- Dayung Sampan
Lagu-lagu tersebut berhasil disulap menjadi sajian yang tidak hanya kaya secara musikalitas, tetapi juga interaktif dan menghibur. Dentuman ritme gambang, tiupan brass section, serta alunan bass yang solid berhasil menggerakkan penonton untuk ikut bergoyang di tengah sejuknya udara Bogor.
Merayakan Keberagaman Musik Indonesia
Berbagi panggung dengan nama-nama besar di kancah musik nasional—seperti almarhum Idang Rasjidi, Fariz RM, Endah N Rhesa, hingga Rieka Roslan—semakin mempertegas posisi Lantun Orchestra sebagai pilar penting dalam pementasan musik eklektik tanah air.
Penampilan di Bogor Jazz Reunion 2015 bukan sekadar gig biasa. Momen ini menjadi salah satu “harta karun” arsip perjalanan Lantun Orchestra dalam membuktikan bahwa musik tradisi seperti Gambang Kromong tak pernah lekang oleh waktu—ia terus hidup, relevan, dan fleksibel untuk menjelajahi berbagai panggung musik modern









