Dalam buku teori musik kita sering mengenal istilah musik ditulis dalam bahasa inggris, perancis, jerman dan italia. misalnya penyebutan untuk tempo, meter, dinamika, simbol, harga not. semuanya masing-masing punya sebutan dalam tiap bahasa tersebut, karena jika mengikuti sejarah dunia musik klasik keempat bahasa tersebut lebih sering digunakan.

Namun ketika diterjemahkan dalam bahasa indonesia, kerap kali ditemukan perbedaan istilah yang membuat bingung jika harus menuliskannya atau untuk keperluan mengajar.

Misalnya dulu waktu di SD kita sering dengar istilah birama, tanda sukat, pugar, kres, mol, 1 ketuk, 1/3 ketuk, garis paranada, not balok, kunci G, kunci C, akor, melodi, ritem. dan berbagai istilah lainnya yang mungkin cuma ada di sekolah umum.

Saya kebetulan punya pengalaman belajar disebuah institusi musik, dan dari pelajaran musik terutama tentang cara membaca not balok akhirnya ditemukan beberapa istilah musik dalam bahasa inggris yang “eh” ternyata belum ketemu istilah dalam bahasa indonesianya.

Nah dari pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan maka terbit ide untuk membuka ruang diskusi online via Zoom.