1. Cari ilmu, sumbernya bisa dari mana saja. jika punya fasilitas dan kemampuan finansial bisa menempuh sekolah musik formal. jika belum punya, bisa secara otodidak, mencontoh, bertanya dengan para ahli/ senior. kalau ada pepatah lama yang mengatakan jika bergaul dengan tukang parfum akan kebagian wangi, benar adanya. jika kita mendekatkan diri dengan lingkungan yang tepat untuk belajar dan mengembangkan diri tentunya kita dengan mudah mendapatkan ilmu secara terus menerus.

dari pencarian ilmu, akhirnya kita punya keahlian, atau skill. skill ini yang nantinya akan jadi nilai jual kita sebagai musisi. seseorang dihire tentunya karena adanya kebutuhan dari pihak lain. kumpulan skill ini nantinya bisa jadi modal untuk bekerja juga dan tentunya menghasilkan pendapatan.

2. bekerja, ilmu tanpa diamalkan akan sia-sia. jika seseorang mampu bermain gitar dengan baik, mampu mengiringi nyanyian dengan baik, dan mengusai banyak lagu, ini merupakan modal yang cukup untuk mulai mencari gig atau pekerjaan yang berbayar. gig paling sederhana yang orang awam ketahui bentuknya seperti ngamen di tempat umum. ada yang penghasilannya memang sengaja dibayar oleh pemilik venue atau sekedar mengharapkan tips dari penonton yang kebetulan lewat.

bentuk pekerjaan lain di bidang musik nantinya akan saya bahas di youtube saya tentang profesi musisi.

3. menabung, mungkin ini part yang paling sulit dilakukan oleh para musisi. namun ini wajib dilakukan. biasanya saya menyarankan untuk memulai dengan merekam catatan keuangan harian, supaya tahu besarnya income dan expense dalam sebulan. dari cata tersebut kita bisa menganalisa ‘kebocoran’ kita dimana dan dimana sumber income yang bisa kita usahakan untuk menghasilkan lebih banyak uang.

setelah uang terkumpul, seringnya dengan alasan investasi, musisi malah menghabiskan untuk kebutuhan konsumtif misalnya ganti alat musik, beli sepatu, pesta, shopping, traveling dll yang sebetulnya tidak apa-apa selama kita bisa menyisihkan dana tabungan untuk keperluan darurat seperti misalnya jaga-jaga sedang sakit atau tabungan hari tua, asuransi, atau biaya lahiran dll.