Musisi itu harus main alat musik gak sih?

Alamat musik studio di jakarta

Pertanyaan berikut datangnya dari salah seorang murid saya. Saya coba jawab dengan pemikiran sederhana saja ya, tidak ada riset khusus tapi silahkan disimak tulisan ini barangkali bisa dipertimbangkan kualitas jawabannya.

Ada 2 kategori alat musik, yakni yang visible (kelihatan) dan invisible (gak kelihatan) oleh mata.

Instrumen yang kelihatan contohnya gitar, piano, bass, drum dan alat musik lainnya yang umum dijumpai di toko alat musik. biasanya bisa dibeli dengan harga yang beragam berdasarkan jenis dan kualitas bahan juga berdasarkan merk.

Nah ada juga instrumen yang gak keliatan seperti vokal manusia yang menggunakan instrumen pita suara. profesinya disebut vocalist, karena yang memiliki gelar tersebut pasti ahli mengolah segala sesuatu yang menggunakan vokal . biasanya biaya jasanya tergantung popularitas dan berapa banyak followers IG-nya ahhahah (bercanda).

Nah salah satu contoh musisi lintas batas yang saya tahu adalah Bobby McFerrin, saya pernah lihat satu video dimana beliau memainkan tubuhnya sebagai alat musik.

dari video tersebut bisa kita saksikan bersama, bahwa beliau sebagai musisi/artist bukan hanya sebatas menyanyikan lirik sebuah lagu (singer) melainkan juga meniru suara alat musik seperti drum (beatbox) atau memainkan basslines layaknya pemain bass atau meniru alat musik lainnya seperti trumpet atau gitar.

Pengertian vocalist tidak sama dengan penyanyi ya (singer), Vocalist adalah seniman olah vokal, jadi tidak selalu menyanyikan lirik, bisa jadi malahan hanya berimprovisasi diatas progresi chord lagu.

Lebih jauh (ngaco) lagi, (Ini hanya opini saya ya) ada juga musisi yang bermusik dengan pikirannya. Contohnya Arranger dan komposer, ada beberapa komposer yang ide bermusiknya berupa potongan notasi / motif melodi yang kemudian bisa dituliskan saja menjadi komposisi menggunakan pensil dan kertas partitur garis lima atau juga bisa langsung ditulis di software seperti sibelius, finale, musescore dll. kok bisa? soalnya bunyinya sudah ada di kepala mereka, kemudian ‘bunyi’ tersebut ketika dimainkan dengan alat musik, sudah terdengar harmonis yang baik. contoh fenomena ini adalah Jacob Collier yang belakangan posting dengan hashtag #IharmU di instagram.

Ada banyak teknik dan teori bermusik yang diciptakan untuk mempermudah kita mempelajari alat musik baik itu yang visible maupun yang invisible. Makanya ada istilah guru musik, tutor, coach yang bisa ngajarin kamu bermusik. Untuk mahir, kamu butuh latihan dan pengalaman bertahun-tahun.

jadi kesimpulannya harus main alat musik? ya harus! kalau tidak ada yang bisa dibunyikan, maka tidak ada musik. begitulah pendapat saya.

CHAKA MUSIC STUDIO

0858-8183-2305

Diterbitkan oleh Chaka Music Production

Music Entertainment Website Since 2016 Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: