Oleh Chaka Priambudi

Saat ini platform musik digital/ toko musik digital sudah menguasai industri rekaman, dua brand besar seperti spotify dan apple music tentunya sudah tidak asing lagi di telinga anda. Kedua platform ini memang raksasa di bidang layanan streaming dan download musik secara legal.

Di jaman serba digital ini masih banyak kawan-kawan musisi yang bergerak secara independent memasarkan karya musik orisinilnya baik melalui media sosial maupun tampil dari panggung ke panggung. Layanan distribusi musik digital tentunya menjadi salah satu opsi penunjang usaha memasarkan karya musik tersebut, demi mendekatkan karya musik ke pendengar yang lebih luas dengan bantuan aplikasi yang mudah diunduh di berbagai devicegadget.

Namun apakah semua musisi tahu caranya mengupload karya musik mereka ke platform/toko digital tersebut? karena saya masih sering ditanyakan mengenai caranya. Jawaban saya sederhana, karena sebetulnya banyak sekali agregator yang menawarkan jasa ini, baik dengan sistem bagi hasil maupun royalti penuh namun bayar jasa kelola dimuka.

Beberapa teman yang saya jumpai masih banyak yang tidak peduli tentang caranya, yang mereka inginkan sesimpel “Gw cuma pengen lagu gw ada di iTunes/Spotify” okelah, Kenapa gak ke record label saja? “Gak mau ah ribet kontrak ini itu” apapun alasan mereka saya hargai, mungkin alasan privacy dan lain-lain, walhasil beberapa kawan saya bantu.

Bayar berapa sih?

Biasanya biaya jasa kelola menjadi tanggungan pemilik karya (sama kok record label juga gitu), karena persentase royalti buat pemilik biasanya lebih besar sekitar 70% setelah dipotong administrasi.

Trus nanti seumpama menghasilkan bagaimana?

Ya tinggal download aja report-nya, bisa kita lihat sama-sama grafiknya setiap bulan.

Kalau mau withdraw gimana?

Bisa kok, nanti saya tinggal atur . biasanya paling lama 3-7 hari juga sudah cair masuk rekening bank.

Nanti bagi hasilnya bagaimana?

Mungkin di part ini saya agak sedikit kurang profesional, biasanya saya tanya balik “Lebih sreg bagi hasil atau bayar jasa kelola yang saya lakukan?” karena nanti persentase-nya tinggal disesuaikan berapa biaya produksi yang keluar di awal proses. Lebih enak dibicarakan sebelum kita tanda tangan perjanjian titip edar/kelola musik.